Semarang Membuktikan: Entrepreneur Lokal Siap Naik Kelas!

Oleh: Didiet Maulana

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Masih terngiang di telinga saya suara riuh tepuk tangan peserta ketika sesi Jadi Gini Belajar Bersama (JGBB) Semarang berakhir kemarin. Energi yang mengalir di New Moon Room, Rooms Inc Hotel selama dua jam penuh itu benar-benar luar biasa!

Antusiasme yang Melampaui Ekspektasi

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Jujur, saya sudah cukup berpengalaman mengisi berbagai workshop di berbagai kota. Tapi Semarang… Semarang benar-benar istimewa. Dari 85 peserta yang hadir, hampir semuanya aktif bertanya, diskusi, bahkan ada yang sampai mencatat di 3 buku berbeda!

Yang paling membanggakan, 60% peserta adalah entrepreneur muda berusia 25-35 tahun yang sudah menjalankan bisnis mereka selama 2-5 tahun. Mereka datang bukan untuk sekedar tahu, tapi benar- benar ingin naik kelas dalam strategi pemasaran mereka.

Momen-Momen Berkesan yang Tak Terlupakan

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

  1. “Aha Moment” tentang Brand Awareness

Ketika saya menjelaskan perbedaan antara brand recognition dan brand awareness, saya melihat mata peserta berbinar-binar. Salah satu peserta, Mbak Rina dari brand hijab lokal “Semarang Syari”, langsung berkomentar:

“Pantas saja followers Instagram saya banyak, tapi penjualan masih stagnan. Ternyata mereka kenal brand saya, tapi belum aware dengan value yang saya tawarkan!”

Moment seperti inilah yang membuat saya yakin bahwa workshop seperti JGBB benar-benar dibutuhkan oleh para entrepreneur kita.

  1. Diskusi Seru tentang Platform Media Sosial

Sesi yang paling hidup adalah ketika kita membahas karakteristik setiap platform media sosial. Mas Budi dari “Wingko Babat Semarang Heritage” berbagi pengalamannya:

“Saya selama ini cuma fokus di Facebook karena target market saya yang 40+ tahun. Tapi setelah

dijelaskan tadi, ternyata anak muda juga suka wingko, dan mereka lebih aktif di Instagram dan TikTok!”

Yang menarik, spontan para peserta lain ikut memberikan masukan dan berbagi pengalaman mereka. Workshop berubah menjadi ajang sharing session yang sangat organic dan bermanfaat.

  1. Formula Pemasaran yang “Pas” untuk Masing-Masing Bisnis

Ketika saya menjelaskan tentang customer journey mapping, Dek Sarah dari “Kopi Tugu Muda” langsung praktek real time dengan bisnisnya. Dia mapping dari awareness, consideration, hingga retention customer-nya.

“Oh, selama ini saya cuma fokus di tahap awareness doang. Pantas repeat order-nya masih rendah. Ternyata ada tahap retention yang harus diperhatikan juga!”

Brand-Brand Semarang yang Membanggakan

Sesuai ajakan saya di artikel sebelumnya, banyak peserta yang sharing brand mereka. Dan sungguh, saya takjub dengan kreativitas dan keunikan brand-brand lokal Semarang:

  Batik Semarangan Modern – memadukan motif tradisional dengan desain kontemporer.

  Lumpia Frozen Premium – mengangkat kuliner khas dengan packaging modern.

Jamu Kunyit Asem Kekinian – traditional drink dengan branding yang fresh.

Furniture Kayu Jati Minimalis – memanfaatkan kekayaan alam Jawa Tengah.

Kerajinan Gerabah Art Deco – seni tradisional dengan sentuhan modern.

Setiap brand punya story yang menarik dan potensi besar untuk go national, bahkan international!

Insight Berharga dari Peserta

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Yang membuat saya terkesan adalah kualitas pertanyaan dari peserta. Mereka tidak hanya bertanya teknis, tapi juga strategis:

“Mas Didiet, bagaimana cara mengukur ROI dari emotional branding?” – pertanyaan dari owner startup fintech lokal.

“Apakah konsisten posting setiap hari lebih baik daripada posting berkualitas 3 kali seminggu?” – from owner online shop fashion.

“Bagaimana cara handle negative comment yang konstruktif vs yang destructive?” – pertanyaan yang sangat mature dari owner F&B.

Networking yang Produktif

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Coffee break 15 menit berubah jadi 25 menit karena para peserta asyik networking! Saya melihat banyak business card yang berpindah tangan, bahkan ada yang langsung follow Instagram satu sama lain.

Yang paling menarik, beberapa peserta spontan membentuk grup WhatsApp “JGBB Semarang Alumni” untuk terus sharing dan saling support. Inilah yang saya maksud dengan community building – dimulai dari hal sederhana tapi impactnya besar.

Komitmen untuk Implementasi

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Di akhir sesi, saya memberikan “homework” kepada semua peserta: implementasikan minimal 3 insight yang didapat dalam 2 minggu ke depan. Dan response mereka luar biasa!

Mas Agung dari “Gudeg Semarang Authentic” langsung berkomitmen untuk:

  1. Membuat content calendar untuk Instagram
  2. Mulai aktif di TikTok dengan video behind-the-scenes masak gudeg
  3. Implement customer retention strategy dengan loyalty program sederhana

Terima Kasih Semarang!

Semarang, kalian membuktikan bahwa entrepreneur Indonesia, khususnya di daerah, punya semangat dan potensi yang luar biasa. Kalian tidak hanya menjadi peserta pasif, tapi active learners yang siap bertransformasi.

Terima kasih juga kepada:

Rooms Inc Semarang – venue yang nyaman dan F&B yang lezat bikin suasana belajar makin menyenangkan.

Impala Network & TDA Semarang – community partners yang solid dalam menyebarkan semangat entrepreneurship.

Cradio Semarang, Muda Mudi Semarang, Trax FM Semarang – media partners yang membantu awareness acara ini.

What’s Next?

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Buat teman-teman peserta JGBB Semarang, jangan lupa join grup Telegram #JGBBCommunity ya! Di sana kita bisa terus sharing progress, challenge, dan success story kalian.

Dan buat yang kemarin belum sempat ikut, stay tuned! JGBB akan segera hadir di kota-kota lain. Follow terus update-nya di social media kita.

Pesan Penutup

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Satu hal yang saya selalu ingat dari workshop kemarin: “Mas Didiet, kapan lagi ke Semarang? Materinya praktis banget, langsung bisa dipake!”

Inilah yang membuat saya semakin semangat untuk terus berbagi. Melihat entrepreneur-entrepreneur muda yang punya visi besar, semangat pantang menyerah, dan yang terpenting: ready to learn and grow.

Semarang, you rock! Sampai ketemu lagi di kesempatan berikutnya! Keep growing, keep learning, keep inspiring!

Didiet Maulana

Entrepreneur Coach

P.S: Buat yang mau lihat foto-foto keseruan workshop kemarin, cek IG story @jadiginibelajarbersama ya! Dan jangan lupa tag kita kalau kalian sudah mulai implementasi insight dari workshop kemarin 😊

#JGBBSemarang #EntrepreneurSemarang #BelajarBersama #MarketingStrategy #BrandBuilding #UMKMNaikKelas #SemarangEntrepreneur #WorkshopSuccess

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top