Veni Rosita Ubah Kegiatan Jelang Pensiun Jadi Brand Shibori Berbasis Pewarna Alam

Masa menjelang pensiun sering dianggap sebagai fase memperlambat ritme hidup. Namun bagi Veni Rosita, justru sebaliknya. Ia melihat periode itu sebagai ruang untuk mencoba hal baru. Berawal dari ketertarikan pada dunia kriya dan eksplorasi kain, Bu Rosita mulai bereksperimen dengan berbagai teknik pewarnaan. Aktivitas yang awalnya sekadar mengisi waktu perlahan berubah menjadi proses pencarian yang lebih serius.

Ia tidak langsung menemukan bentuk yang tepat. Ada beberapa teknik yang dicoba dan ditinggalkan sebelum akhirnya menemukan pendekatan yang paling sesuai dengan visinya.

Teknik Shibori jadi Fondasi Lahirnya Brand Sustainable Fashion

Dari berbagai eksperimen, teknik shibori menjadi yang paling konsisten ia tekuni. Teknik pewarnaan asal Jepang ini dikenal dengan proses lipat dan ikat yang menghasilkan pola unik di setiap kain. Bagi Bu Rosita, shibori bukan hanya soal estetika. Prosesnya yang lebih mindful dan tidak mass production sejalan dengan gagasannya tentang fashion yang lebih bertanggung jawab.

Dari situ, ia mulai membangun brand sustainable fashion miliknya. Produksi dilakukan dalam jumlah terbatas dengan fokus pada kualitas dan karakter setiap produk.

Tantangan Membangun Brand di Usia Tidak Lagi Muda

Memulai brand di fase menjelang pensiun tentu bukan tanpa tantangan. Adaptasi dengan tren pasar, strategi pemasaran digital, hingga membangun kepercayaan konsumen menjadi proses yang harus dipelajari dari awal. Namun pengalaman hidup dan kedewasaan justru menjadi modal penting. Bu Rosita memahami bahwa membangun brand bukan soal cepat besar, tetapi tentang konsistensi dan nilai yang dipegang.

Ia memilih bertumbuh perlahan, menjaga kualitas, dan tetap setia pada konsep ramah lingkungan yang ia yakini sejak awal.

Pesan Untuk UMKM Lain Agar Berani Konsisten dan Punya Nilai

Bu Rosita juga berharap kisahnya bisa menjadi dorongan bagi pelaku UMKM lain. Menurutnya, membangun usaha tidak harus menunggu usia muda atau modal besar. Yang lebih penting adalah kejelasan nilai dan konsistensi dalam proses. Ia menilai banyak UMKM berhenti di tengah jalan karena terlalu fokus pada hasil cepat. Padahal, “kepercayaan konsumen dibangun dari waktu ke waktu.”

Perjalanannya menjadi contoh bahwa masa pensiun tidak selalu identik dengan berhenti berkarya. Dalam cerita Veni Rosita, fase tersebut justru menjadi titik awal lahirnya brand fashion yang lebih sadar lingkungan dan bernilai jangka panjang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top