Ruang Belajar yang Menghidupkan Banyak Cerita! Catatan dari JGBB Jakarta 2025

Oleh: Didiet Maulana

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Jakarta, Minggu 26 Oktober 2025 lebih dari 150 peserta telah hadir, Jakarta, Minggu 26 Oktober 2025 lebih dari 150 peserta telah hadir, membawa semangat, rasa ingin tahu, dan cerita perjalanan mereka masing-masing. Ada yang datang dari luar kota, bahkan dari Aceh dan Palembang, hanya untuk ikut merasakan pengalaman belajar di kelas Jadi Gini Belajar Bersama (JGBB). Bagi sebagian orang, mungkin ini hanyalah kelas bisnis. Namun bagi mereka yang hadir hari itu, JGBB adalah ruang untuk menemukan arah baru untuk brand mereka, maupun untuk diri mereka sendiri. 

13.00 – Pembukaan yang Hangat dan

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari moderator, disusul sesi mini exercise dari tim Active Barn yang langsung mencairkan suasana. Dalam hitungan menit, ruangan berubah dari tegang menjadi penuh tawa dan energi positif. Saya selalu percaya, ide besar lahir dari tubuh dan pikiran yang rileks.

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Dan hari itu, suasana belajar terasa ringan namun tetap fokus seperti semesta sedang membuka ruang untuk hal-hal baik masuk. Di setiap meja, botol Le Minerale tersusun rapi, hadir sebagai pengingat sederhana bahwa energi terbaik untuk belajar selalu dimulai dari hal yang paling murni. 

13.30 – Momen yang Membuka Banyak Pikiran

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Saya mengawali sesi dengan satu pertanyaan di layar besar “Harus mulai dari mana?”

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Pertanyaan itu sederhana, tapi langsung membuat ruangan hening. Beberapa peserta menatap layar cukup lama, mungkin karena mereka tahu “jawabannya tidak sesederhana kalimatnya.”“Kalau kamu ingin membangun sesuatu yang bertahan lama,” saya berkata sambil menunjuk dua gambar di layar, “mulailah dari akar yang kuat dan struktur yang jelas.”

14.30 – Membedah Strategi, Menemukan Arah

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Hari itu kami membahas strategi branding dan marketing, tantangan pasar, serta pentingnya personal branding. Tapi saya tidak ingin kelas ini hanya dipenuhi teori. Maka di setiap sesi, saya sisipkan kisah nyata dari perjalanan brand lokal yang tumbuh dari kegigihan dan arah yang jelas.

“Strategi bisa berubah, tapi arah harus tetap jelas,” saya ucapkan sambil menatap para peserta.

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Suasana diskusi terasa hidup, peserta aktif bertanya, saling memberi insight, bahkan saling menambahkan pengalaman masing-masing. Kelas terasa seperti ruang brainstorming yang penuh semangat kolaboratif. 

15.15 Saat Cerita UMKM Jadi Inspirasi

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Bagian favorit saya selalu di sesi UMKM Present, karena selalu ada kejutan baru. Beberapa peserta naik ke panggung membagikan kisah mereka tentang kegigihan, tantangan, dan keberanian mencoba lagi. 

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Tapi momen paling berkesan adalah ketika dua peserta dari Aceh dan Palembang maju dan memperkenalkan produk mereka. Mereka bercerita tentang perjalanan jauh yang mereka tempuh demi bisa hadir di kelas ini. Saya terpukau dengan semangat mereka, karena di dalam itu saya melihat makna sebenarnya dari kata “berjuang”.

15.45 – Rehat yang Penuh Koneksi

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Saat coffee break, suasana justru makin hidup. Banyak yang mulai saling sapa, tukar cerita, dan bertukar ide. Di setiap sudut ruangan, percakapan kecil lahir tentang ide baru, kolaborasi, hingga peluang kerja sama. Di atas meja, secangkir kopi dan botol Le Minerale menjadi saksi bahwa kadang, langkah besar dimulai dari obrolan sederhana.

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

16.00 – Menutup Hari, Membuka Banyak Pikiran

Menjelang akhir, sesi Q&A dibuka. Pertanyaan datang silih berganti tentang branding, arah bisnis, hingga makna personal dalam membangun usaha.

Saya jawab sejujur mungkin “Selain strategi baru yang aku bagikan hari ini, kadang kamu hanya perlu mengingat alasan kenapa kamu memulai. Supaya kamu tidak menyerah, dan tetap yakin menjalani strategi barumu itu.” Lalu, sebelum benar-benar selesai, saya menatap seluruh peserta dan berkata lagi “Dari ruang ini, semoga lahir banyak cerita baru”

Mereka tersenyum, lalu bertepuk tangan. Dan sore itu, saya merasa Jakarta memberi pelajaran tersendiri bahwa di tengah hiruk pikuknya, selalu ada ruang untuk berhenti, berpikir, dan bertumbuh.

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB

Kolaborasi yang Menguatkan

Acara ini tidak akan sehidup ini tanpa dukungan banyak pihak.

Terima kasih kepada Mangkuluhur Artotel Suites sebagai venue partner yang menyediakan ruang belajar yang nyaman. Apresiasi juga untuk Le Minerale, yang sejak awal menjadi bagian penting dari perjalanan JGBB Jakarta, menghadirkan energi murni bagi setiap peserta yang datang dengan semangat baru. 

Dan tentu, dukungan luar biasa dari media partners detikcom, kis951fm, jakfm, cosmopolitanfm, therockinlife, iswara community, brilio.net, dan nowpoppin, yang membantu menyebarkan semangat belajar ini ke komunitas yang lebih luas.

Terima kasih juga kepada wardahbeauty sebagai goodie bag partner, dan Active Barn sebagai wellness partner yang menjaga energi peserta tetap hidup sepanjang acara. Kelas ini bukan sekadar hasil kerja satu tim, tapi bukti bahwa kolaborasi dapat menumbuhkan banyak hal bahkan semangat belajar yang baru.

Sampai Jumpa, Jakarta

Sore itu, saya menutup kelas dengan satu kalimat:
“Dari ruang ini, semoga lahir banyak cerita baru” Tidak ada sorakan besar, tapi ada kehangatan di setiap tepuk tangan. Jakarta memberi energi yang luar biasa ramai, tapi tulus. Dan di tengah semua kesibukan itu, JGBB bersama Le Minerale berhasil menciptakan ruang belajar yang jernih, hangat, dan penuh makna.

Terima kasih, Jakarta. Kita akan bertemu lagi di kota berikutnya dengan cerita baru yang lahir dari semangat yang sama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top