
Koleksikikie merupakan brand aksesori handmade yang telah berjalan lebih dari 20 tahun. Brand ini dibangun oleh Rizki Hapsari, atau yang akrab disapa Kikie, berangkat dari perubahan ritme hidup yang dialaminya. Setelah sempat bekerja di sektor perbankan, Kikie memutuskan untuk lebih banyak beraktivitas di rumah saat hamil. Dari fase tersebut, muncul kebutuhan untuk tetap produktif yang kemudian mendorongnya mencoba berbagai aktivitas kreatif, mulai dari menulis, mengikuti kursus menjahit, hingga merangkai bros dari manik-manik.
Kualitas dan Cerita Menjadi Alasan Orang Kembali
Produk bros yang dirangkai dengan kawat menjadi pembeda Koleksikikie. Teknik tersebut membuat produk lebih kokoh dan awet. Pada awalnya, Kikie sempat khawatir daya tahan produk akan membuat pelanggan jarang melakukan pembelian ulang. Namun, seiring waktu, kualitas justru menjadi faktor utama yang membangun kepercayaan pelanggan. Kepercayaan ini kemudian berkembang menjadi loyalitas, tidak hanya terhadap produknya, tetapi juga terhadap cerita di balik proses pembuatannya.

Belajar yang Mengubah Cara Menjalani Bisnis
Seiring perkembangan usaha, Kikie mulai memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Ia mempelajari cara berjualan secara daring, membagikan proses produksi, serta membangun komunikasi yang lebih personal dengan pelanggan. Pendekatan tersebut tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memperkuat hubungan antara brand dan konsumennya.
Dalam perjalanannya, Kikie aktif mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan kapasitas pelaku usaha. Dari proses belajar tersebut, perspektifnya terhadap bisnis mengalami perubahan. Fokus usaha tidak lagi hanya pada penjualan, tetapi juga pada pengelolaan sistem, pemetaan kebutuhan pelanggan, serta penguatan arah jangka panjang brand. Dari proses ini pula lahir komunitas Sahabat Koleksikikie, yang menjadi ruang berbagi bagi para perajin aksesori dan individu dengan minat serupa.

Komunitas yang Membuat Bisnis Tidak Berjalan Sendirian
Komunitas tersebut berperan dalam mendukung proses produksi ketika permintaan meningkat. Pengerjaan produk dibagi kepada anggota komunitas yang memiliki keterampilan merangkai manik-manik. Selain itu, dalam kegiatan kelas berbayar, anggota komunitas dilibatkan sebagai pengajar dan mendapatkan imbalan sesuai peran. Skema ini mendorong terciptanya ekosistem usaha yang saling mendukung.
Pada awalnya, target pasar Koleksikikie berada pada rentang usia 40 hingga 50 tahun. Namun, perubahan pola konsumsi membuat segmen Gen Z turut menjadi perhatian. Meski demikian, nilai yang dicari pelanggan tetap serupa, yaitu orisinalitas dan kejujuran dalam proses. Melalui program JGBB, Kikie mendapatkan penguatan perspektif mengenai pentingnya menjaga keseimbangan diri sebagai fondasi dalam membangun usaha. Pendekatan ini membantu brand tetap relevan tanpa kehilangan identitas yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Terimakasih atas Dukungan dari JGBB dan Le Minerale
Partisipasi dalam program JGBB dengan dukungan Le Minerale menjadi salah satu ruang belajar yang memberikan arah baru bagi perjalanan Koleksikikie. Melalui interaksi dengan sesama pelaku UMKM, Kikie memperoleh sudut pandang yang lebih luas dalam memandang tantangan bisnis. Proses ini turut memperkuat langkah Koleksikikie dalam mempertahankan kualitas produk, memperluas dampak komunitas, serta menjaga keberlanjutan usaha di tengah perubahan pasar.