
JL Farm berawal dari rutinitas rumah yang sederhana dan keinginan hidup lebih sehat. Menanam sayur pada awalnya dilakukan untuk kebutuhan sendiri, tanpa target bisnis atau rencana besar. Perjalanannya berlangsung; secara bertahap, dibangun dari kebiasaan yang konsisten dan keinginan untuk terus belajar.
Seiring waktu, kebiasaan tersebut berkembang menjadi usaha hidroponik yang telah berjalan selama lima tahun. JL Farm kini rutin memasok sayuran segar ke beberapa toko, membuktikan bahwa usaha kecil dapat bertahan ketika dijalani dengan komitmen yang terjaga.
Langkah awal JL Farm dimulai dari polybag dan berbagai referensi daring. Saat pandemi, kegiatan menanam di rumah menjadi semakin rutin. Ketika produksi mulai berlebih, hasil panen ditawarkan ke tetangga dan teman melalui WhatsApp. Respons yang baik mendorong usaha ini dijalani dengan lebih serius.

Peluang Nyata dari Kebutuhan yang Selalu Ada
Fokus kemudian diarahkan pada sayuran hijau seperti selada, pakcoy, sawi, bayam, dan kale. Selada dan pakcoy menjadi produk utama karena permintaan yang stabil dari restoran. Seluruh proses dijalani berdua, mulai dari menanam, panen, hingga pengemasan dan pengantaran langsung ke toko.
Di balik sayur segar yang diterima pelanggan, terdapat proses panjang yang terus disesuaikan. Cuaca menjadi tantangan utama, terutama saat musim hujan. Dari sini, JL Farm belajar bahwa hidroponik bukan hanya soal menanam dan panen, tetapi juga tentang kemampuan beradaptasi secara berkelanjutan.
Kepercayaan pelanggan dibangun melalui hal-hal sederhana yang dijaga secara konsisten. Kualitas sayur diperhatikan, setiap pesanan dikonfirmasi sebelum dikirim, dan produk yang rusak diganti dalam satu hingga dua hari. Setiap masukan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki proses ke depan.
Melalui kelas JGBB, JL Farm memperoleh ruang untuk belajar dan memperjelas arah bisnis yang ingin dibangun. Dukungan dari Le Minerale turut menemani perjalanan ini. JL Farm percaya bahwa usaha tidak harus dimulai dengan langkah besar.
“Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk terus berjalan.”
