Oleh: Didiet Maulana

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
Halo teman-teman! Sebenarnya masih terasa segar di ingatan ketika tahun 2022 lalu saya berkesempatan terlibat dalam program yang benar-benar luar biasa – “Jadi Gini Belajar Bersama” bersama Meta. Ini adalah salah satu momen paling memorable dalam perjalanan saya sebagai entrepreneur sekaligus pegiat fashion Indonesia.
Awal Mula yang Tak Terduga
Siapa sangka, seorang desainer yang selama bertahun-tahun berkutat dengan benang ikat dan motif tradisional Nusantara, malah diminta untuk berbagi ilmu tentang bisnis digital? Tapi mungkin itulah keunikan perjalanan hidup – kita tidak pernah tahu ke mana passion dan konsistensi akan membawa kita.
Program JGBB ini sebenarnya sudah saya inisiasi sejak lama sebagai platform pembelajaran online untuk para entrepreneur Indonesia. Namun ketika Meta mengajak kolaborasi pada 2022, rasanya seperti mendapat angin segar yang membuka cakrawala baru.
Kolaborasi yang Mengejutkan

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
Berkolaborasi dengan Meta bukanlah hal yang saya bayangkan sebelumnya. Dari awal karir sebagai desainer IKAT Indonesia, fokus saya selalu pada pelestarian warisan budaya melalui fashion modern.
Tapi ternyata, nilai-nilai yang selama ini saya pegang – keaslian, kualitas, dan pemberdayaan komunitas – sangat relevan dengan dunia digital.
Dalam program ini, kami tidak hanya bicara soal strategi marketing digital atau cara meningkatkan engagement di media sosial. Yang lebih menarik adalah bagaimana menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan pendekatan bisnis modern.
Momen-Momen Berkesan
Salah satu sesi yang paling berkesan adalah ketika saya berbagi pengalaman tentang perjalanan IKAT Indonesia dari brand kecil menjadi label fashion yang dikenal internasional. Melihat antusiasme para peserta UMKM yang berasal dari berbagai daerah, termasuk teman-teman dari Jawa Tengah, benar- benar mengharukan.
Mereka tidak hanya tertarik dengan strategi bisnis, tapi juga dengan filosofi di balik brand IKAT – bagaimana kita bisa tetap mempertahankan keaslian sambil beradaptasi dengan tren modern. Ada peserta dari Semarang yang bercerita tentang kesulitannya mempertahankan kerajinan batik tradisional di era digital. Diskusi yang terjadi sungguh menyentuh hati.
Pembelajaran yang Tak Terlupakan

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
Yang paling saya syukuri dari program ini adalah kesempatan untuk belajar dari perspektif yang berbeda. Selama ini saya fokus pada aspek kreatif dan cultural preservation, tapi melalui JGBB, saya jadi lebih memahami pentingnya digital literacy untuk pelaku UMKM.
Niko Atmadja sebagai Educator Wirausaha dan Trainer Meta memberikan insights yang sangat valuable tentang bagaimana memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kombinasi antara pengalaman praktis saya di industri fashion dan expertise mereka di bidang teknologi menciptakan sinergi yang luar biasa.
Dampak yang Terasa
Melihat perkembangan peserta setelah program selesai sungguh membanggakan. Banyak UMKM yang berhasil meningkatkan performa brand mereka, tidak hanya dari sisi penjualan tapi juga brand awareness. Beberapa peserta dari Jawa Tengah bahkan berhasil menembus pasar ekspor berkat strategi digital yang mereka pelajari.
Yang membuat hati saya hangat adalah ketika mereka tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dalam pengembangan bisnis mereka. Ini membuktikan bahwa tradisi dan teknologi bisa berjalan beriringan dengan harmonis.
Refleksi Personal

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
Bagi saya pribadi, program JGBB 2022 ini menjadi reminder bahwa pendidikan dan knowledge sharing adalah investasi terbaik untuk masa depan Indonesia. Ketika kita bisa memberdayakan UMKM dengan pengetahuan yang tepat, kita sebenarnya sedang membangun fondasi ekonomi kreatif yang kuat.
Dukungan dari Kementerian Perdagangan juga sangat berarti. Ketika pemerintah, swasta, dan praktisi industry bersatu untuk tujuan yang sama, hasilnya pasti luar biasa.
Pesan untuk Masa Depan
Dari pengalaman ini, saya semakin yakin bahwa masa depan industri kreatif Indonesia sangat cerah. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi, konsistensi, dan komitmen untuk terus belajar dan berbagi.
Untuk teman-teman entrepreneur, jangan pernah takut untuk keluar dari zona nyaman. Program seperti JGBB mengajarkan kita bahwa belajar itu tidak mengenal usia atau latar belakang. Yang penting adalah kemauan untuk berkembang.
Penutup

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
Tahun 2022 memang menjadi tahun yang penuh berkah. Melalui JGBB bersama Meta, saya tidak hanya berbagi ilmu tapi juga mendapat banyak pembelajaran baru. Semoga program-program seperti ini terus berlanjut dan bisa menjangkau lebih banyak lagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Mari kita terus berkarya, berbagi, dan membangun Indonesia yang lebih maju melalui ekonomi kreatif!
Didiet Maulana adalah founder IKAT Indonesia, desainer fashion yang fokus pada pelestarian warisan budaya Nusantara, dan mentor dalam program Jadi Gini Belajar Bersama. Melalui karyanya, ia terus berupaya memperkenalkan kekayaan tekstil Indonesia ke kancah internasional.