Oleh Didiet Maulana

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
Sabtu, 9 Desember 2023 kemarin adalah hari yang luar biasa bagi saya. Setelah berminggu-minggu persiapan, akhirnya program “Jadi Gini Belajar Bersama” (JGBB) Bandung terlaksana dengan sempurna di CO & CO. Dua jam yang padat makna, dipenuhi diskusi hangat, insight mendalam, dan yang paling penting—semangat entrepreneurship yang menggelora dari para Akang dan Teteh Bandung.
Energi yang Tak Terduga

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
Ketika saya memasuki ruangan CO & CO pagi itu, saya langsung merasakan energi yang berbeda.
Para peserta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi benar-benar present secara mental. Mata mereka berbinar-binar, notebook sudah siap, dan pertanyaan-pertanyaan sudah mengantri di kepala masing- masing.
Yang membuat saya terkesan adalah keberagaman background peserta. Ada yang baru memulai bisnis dari rumah, ada yang sudah menjalankan UMKM selama bertahun-tahun, bahkan ada beberapa karyawan yang sedang mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia entrepreneurship. Diversity ini justru memperkaya diskusi kita.
Momen-Momen Berkesan
The “Aha Moment” tentang Brand Identity

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
Salah satu momen paling berkesan adalah ketika seorang peserta yang menjalankan usaha kuliner bertanya, “Mas Didiet, selama ini saya fokus bikin produk yang enak, tapi kenapa pelanggan masih sering pindah ke kompetitor?”
Pertanyaan ini memicu diskusi yang sangat mendalam tentang perbedaan antara product dan brand. Saya jelaskan bahwa rasa yang enak itu adalah table stakes—syarat minimum untuk bermain di pasar. Yang membuat pelanggan loyal adalah emotional connection yang terbangun melalui brand story, konsistensi experience, dan values yang resonan dengan mereka.
Anda harus melihat ekspresi peserta ketika konsep ini mulai “click” di kepala mereka. Ada yang sampai menepuk jidat sambil bilang, “Ohhhh, pantesan!”
Workshop Mini: Brand Positioning Canvas
Bagian yang paling interaktif adalah ketika kita melakukan mini workshop menggunakan Brand Positioning Canvas. Saya bagi peserta ke dalam kelompok kecil, dan masing-masing diminta untuk mengisi canvas untuk bisnis mereka sendiri.
Suasana langsung hidup! Diskusi antar peserta mengalir natural, saling bertanya, saling memberikan input. Ada yang struggling mendefinisikan unique value proposition mereka, ada yang baru sadar kalau target market mereka terlalu broad, dan ada juga yang realized bahwa selama ini mereka sudah punya positioning yang kuat tapi tidak pernah dikomunikasikan dengan baik.
Pertanyaan yang Menohok
Pertanyaan paling challenging datang dari seorang peserta yang sudah menjalankan bisnis fashion selama 5 tahun: “Mas, kalau brand kita sudah terlanjur dikenal dengan image tertentu, tapi kita mau pivot ke arah yang berbeda, gimana caranya?”
Wow! Ini pertanyaan yang bahkan banyak big corporation struggle untuk jawab. Saya share pengalaman bagaimana beberapa brand global berhasil melakukan rebranding tanpa kehilangan core audience mereka. The key adalah gradual transition, bukan radical change. Dan yang paling penting: transparansi dalam komunikasi dengan existing customers.
Learning yang Tak Terduga

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
Yang menarik, saya juga banyak belajar dari peserta. Ada seorang ibu yang menjalankan bisnis kerajinan tangan dari bahan daur ulang. Approach dia terhadap storytelling sangat authentic dan powerful—something yang bahkan agency besar sering struggle untuk ciptakan.
Ada juga peserta muda yang fresh graduate, sharing tentang bagaimana generasi Z consume brand content. Insight mereka tentang TikTok marketing dan micro-influencer collaboration sangat eye-opening, bahkan untuk saya yang sudah bertahun-tahun di industri ini.
Networking yang Natural
Salah satu hal yang paling saya syukuri dari acara ini adalah bagaimana networking terjadi secara natural. Tidak ada yang forced atau transactional. Peserta saling exchange contact, saling follow Instagram bisnis masing-masing, bahkan ada yang langsung planning untuk collaboration.
Seorang peserta yang punya bisnis coffee shop langsung connect dengan peserta lain yang jualan pastry. Ada yang punya skill design grafis offering untuk bantu yang lagi butuh materi promosi.
Beautiful!
Surprise Elements
Di tengah-tengah sesi, kita dapat surprise dari Sarae Bakes yang menyediakan snack yang luar biasa enak. Bukan hanya rasanya, tapi packaging dan presentation mereka is a perfect example of good branding in action. Saya sempat jadikan mereka sebagai case study spontan—bagaimana consistent visual identity, attention to detail, dan quality product bisa create premium perception.
Media partner kita, Urban Radio 106.3 FM, juga memberikan surprise mini interview session. Beberapa peserta dapat kesempatan sharing story mereka on-air. You should see their excitement! Beberapa bahkan bilang ini adalah first time mereka di radio.
Feedback yang Membanggakan

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
Post-event feedback sangat overwhelming. Banyak peserta yang bilang bahwa 2 jam kemarin adalah wake-up call yang mereka butuhkan. Ada yang langsung commit untuk redesign logo mereka, ada yang planning untuk create proper brand guideline, dan ada yang akan restructure marketing strategy mereka.
Tapi feedback yang paling touching adalah dari seorang peserta yang bilang, “Mas Didiet, setelah acara kemarin, saya jadi lebih confident dengan bisnis saya. Tadinya saya merasa kecil dibanding kompetitor besar, tapi sekarang saya paham kalau size doesn’t matter—authenticity does.”
What’s Next?

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
JGBB Bandung kemarin bukan ending, tapi beginning dari community yang lebih besar. Beberapa peserta sudah mulai create WhatsApp group untuk terus sharing dan saling support. Ada yang planning untuk create regular meetup. Dan yang paling exciting, beberapa peserta sudah commit untuk jadi mentor buat peserta JGBB di kota lain.
Saya pribadi sangat grateful dengan response dan energy dari Bandung. Kota yang penuh with creative soul ini memang tidak pernah mengecewakan. Para Akang dan Teteh Bandung have shown me that entrepreneurial spirit di kota ini sangat kuat dan inspiring.
Terima Kasih yang Tak Terhingga
Sekali lagi, terima kasih besar untuk semua pihak yang sudah support JGBB Bandung:
CO & CO sebagai venue partner yang provide space yang sangat kondusif untuk learning dan networking. Ambience mereka perfect banget untuk creative discussion.
Sarae Bakes sebagai FnB partner yang tidak hanya provide delicious treats, tapi juga jadi living example dari good branding practice.
ACR Bandung dan Urban Radio 106.3 FM sebagai media partner yang help us spread the word dan create buzz around the event.
Dan tentu saja, untuk semua peserta JGBB Bandung yang sudah dedicate time dan energy mereka untuk hadir dan contribute dalam diskusi kita.
Pesan Terakhir

Foto oleh : Tim Dokumentasi JGBB
Untuk teman-teman yang kemarin hadir di JGBB Bandung: jangan biarkan momentum ini hilang begitu saja. Start implementing what you’ve learned. Take small steps, be consistent, dan yang paling penting—stay authentic to your values.
Remember: every great brand started with someone who believes in their vision dan has the courage to share it with the world. You have that courage. Now, show it to the world.
Sampai jumpa di JGBB selanjutnya!
Follow journey JGBB selanjutnya di Instagram @jadiginibelajarbersama dan jangan lupa tag pengalaman branding kamu dengan #JGBB